Senin, 06 Oktober 2014

Kendaraan Berat Lintasi Pantura Lagi

Lalu lintas di jalur pantura Jawa Tengah kembali padat meskipun tidak terlihat adanya kemacetan dan antrean panjang. Dalam waktu dekat, Jembatan Comal sisi utara segera dirobohkan untuk diperbaiki kembali. KENDARAAN angkutan berat di atas 20 ton dan dua sumbu mulai beralih dari jalur selatan ke jalur pantura setelah Jembatan Comal sisi selatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dibuka kembali.

Kemarin, ratusan kendaraan angkutan berat di atas 20 ton dan dua sumbu baik dari daerah barat (Jakarta) maupun dari arah timur (Semarang) yang sebelumnya menggunakan jalur selatan kini kembali beralih ke jalur pantura. Dari arah barat kendaraan angkutan berat yang sebelumnya berbelok ke jalur selatan, baik itu melalui exit tol Penjagan maupun Simpang Maya Tegal, kini langsung lurus menyusuri pantura dan melintasi Jembatan Comal, meskipun untuk jembatan sisi utara masih merupakan jembatan darurat dan ada pembatasan tonase.

Sementara itu, dari arah timur, kendaraan angkutan berat di atas 30 ton yang sebelumnya dalihkan melalui alur selatan, yakni SemarangAmbarawa-Magelang-PurworejoKebumen-Purwokerto-Tegal, kini langsung lurus menyusuri pantura Semarang-Kendal-Batang-Pekalongan-Pemalang-Tegal dan dapat melintas dengan aman melalui Jembatan Comal sisi selatan yang baru saja dibuka.

Akibatnya, lalu lintas di jalur pantura Jawa Tengah kembali padat, meskipun tidak terlihat adanya kemacetan dan antrean panjang. Kepala Dinas Perhubungan Ko munikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan setelah Jembatan Comal sisi selatan dibuka kembali, pihaknya telah berkoordinasi dan meminta agar Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan merevisi surat edaran No 1456/2014 perihal larangan muatan truk dengan batasan maksimal di atas dua sumbu melewati jembatan Comal Pemalang.

“Saya sudah menghadap ke Dirjen Kementerian Perhubungan untuk revisi ini, termasuk mengatur lalu lintas dari arah barat terutama di jam-jam tertentu agar angkutan barang dengan tonase besar kembali ke jalur utara melalui jembatan baru itu,” kata Urip Sihabudin.

Saat ditanya tentang jembatan sisi utara yang masih dilakukan pembatasan, Urip Sihabudin meng ungkapkan setelah selesainya jembatan sisi selatan, jembatan sisi utara segera dirobohkan untuk diperbaiki kembali, sehingga dalam waktu dekat semua jembatan dapat dilintasi kendaraan bertonase besar.

“Mungkin dua pekan lagi giliran jembatan sisi utara diperbaiki, kita Kmasih koordinasikan dengan PU,“ tambahnya.Reaktivasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan untuk mengurangi beban di jalan raya sekaligus mengatasi kemacetan di beberapa ruas dan juga untuk menghubungkan antarwilayah, Pemerintah Provinsi Jateng, pemerintah pusat, dan PT KAI akan melakukan reaktivasi terhadap jalur-jalur kereta api di Jateng.

“Setelah KA Kedung Sepur yang menghubungkan Weleri (Kendal) hingga Gubug (Grobogan) diluncurkan, jalur lain segera menyusul direaktivasi,“ kata Ganjar Pranowo. Secara terpisah, Kepala PT KAI Daop IV Semarang Wawan Ariyanto mengaku reaktivasi jalur-jalur kereta api yang sudah lama mati merupakan langkah yang saat ini sedang dilakukan pemerintah dan PT KAI sebagai operator siap melaksanakan penghidupan kembali jalur tersebut.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menyediakan anggaran sebesar Rp300 juta untuk memperbaiki marka jalan. Perbaikan dikhususkan untuk marka berwarna putih. “Kondisi marka di Kota Yogyakarta akan cepat pudar dengan tingginya volume kendaraan yang melintas. Paling tidak, dalam waktu dua tahun sudah harus dicat ulang,“ kata Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Windarto, di Yogyakarta, Sabtu (4/10). (AU/N-1) Media Indonesia, 6/10/2014, hal : 10