Kamis, 08 Mei 2014

Jalur Pantura akan Dibeton

Terkait dengan kerusakan yang terjadi di jalur pantura, Djoko meng apresiasi sidak Gubernur Jawa Tengah di jembatan timbang pekan lalu. PERBAIKAN di jalur pantai utara Jawa terus dilakukan. Bahkan, seluruh jalan pantura akan dibeton secara bertahap untuk mencegah kerusakan semakin bertambah parah.

“Sampai akhir 2013 sepanjang 270 kilometer jalan di pantura sudah dibeton, mudah-mudahan tahun ini 100200 km selesai dibeton,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Semarang, kemarin.

Hal tersebut disampaikan Djoko seusai menghadiri pengisian awal Waduk Jatibarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, dalam memperingati Hari Air Dunia XXII.

Terkait dengan kerusakan yang terjadi di jalur pantura, Djoko mengapresiasi inspeksi mendadak yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan menemukan praktik pungutan liar di jembatan timbang Subah, Kabupaten Batang, pada Minggu (27/4) malam.

“Saya sangat senang dengan action Pak Gub karena memang pantura kita itu rusak parah karena bebannya luar biasa,” ujarnya saat didampingi Gubernur Jawa Tengah.
Menurut dia, sidak yang dilakukan politikus PDI Perjuangan di jembatan timbang itu didukung Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Jawa Barat.

Mengenai perkembangan penanganan praktik pungli yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika di jembatan timbang, Gubernur Jateng mengatakan saat ini jajaran Inspektorat Pemerintah Provinsi Jateng sedang menangani nya.

“Inspektorat akan lapor ke saya dalam satu hingga dua hari ke depan. Pokoknya saya tidak akan ‘menyembelih’ orang, tapi ada unsur pembinaan. Ini kan mau perbaikan birokrasi. Saya tidak mau bakar rumahnya, tapi ‘tikusnya’ yang mana kita tindak,” katanya.

Ganjar mengaku akan menerima dua tim yang mau memaparkan upaya antisipasi praktik pungli di jembatan timbang. “Teman-teman dari Institut Teknologi Bandung yang ingin bantu menyusunkan program secara komprehensif dari hulu ke hilir dan pengendalian dengan teknologi informasi berupa pengiriman dua staf untuk belajar ke Surabaya karena pemerintah kota setempat bagus banget,“ ujarnya. Menurut dia, dua hal tersebut yang akan dikaji lebih lanjut oleh Pemprov Jateng terkait dengan upaya pencegahan praktik pungli di jembatan timbang.

Dalam menanggapi betonisasi jalur pantura, Ganjar berencana meningkatkan batas tonase kendaraan yang melintas di jalur tersebut. “Kalau daya dukung jalan memungkinkan, akan kita tingkatkan tonasenya dan kalau sudah begitu, nanti kita buat sanksi yang benar serta membikin different effect, apakah diturunkan muatannya atau didenda,“ katanya.

Dalam waktu dekat, Ganjar bersama kalangan DPRD Jateng akan merevisi peraturan daerah tentang jembatan timbang karena dinilai sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Jalan tembus Pada bagian lain, Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jateng, segera merealisasikan pembangunan jalan tembus di daerah terpencil guna mendukung kelancaran akses perekonomian masyarakat.

“Proyek pembangunan berbagai infrastruktur ini diusulkan masyarakat melalui forum-forum di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten,“ kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purbalingga, Setyadi, di Purbalingga, kemarin.
Ia mengatakan jika aspirasi yang diusulkan masyarakat belum bisa terwujud pada 2014, pihaknya akan mencermati serta menindaklanjutinya dengan memperhatikan kemampuan APBD Purbalingga, serta akan diprioritaskan pada anggaran perubahan atau pada tahun berikutnya.

Dengan kemampuan anggaran yang dimiliki saat ini, kata dia, berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana masyarakat, baik yang besar maupun kecil, akan dipenuhi secara bertahap berdasarkan prioritas, khususnya untuk memperlancar akses masyarakat terpencil di wilayah yang sulit dijangkau. (HT/LD/Ant/N-1) Media Indonesia, 06/05/2014, hal : 11