Minggu, 20 April 2014

Jawa Tengah akan Bangun 3 Bendungan

Fungsi berbagai bendungan itu untuk irigasi, air baku, pengendalian banjir, dan konservasi.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah berencana memba ngun tiga bendungan besar dan lima bendungan kecil untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Tiga proyek bendungan besar akan dibangun di Cilacap, Purbalingga, dan bendungan Progo Pristan di Desa/Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung.

Pembangunan proyek bendungan tersebut, menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, diperkirakan bakal menelan dana ratusan juta rupiah. Karena itu, proyek tersebut akan menggunakan sharing dana dari APBD kabupaten, APBD provinsi, dan APBN.
“Duit arisan, untuk Progo Pristan totalnya nanti sekitar Rp48 miliar dan dibangun sampai 2016,“ kata Ganjar Pranowo di Temanggung, kemarin.

Disebutkan, untuk proyek pembangunan Progo Pristan di Kabupaten Temanggung dimulai sejak 2012 lalu dengan anggaran awal sebesar Rp2 miliar dari APBD kabupaten, Rp7 miliar dari provinsi, dan konstruksi dari APBN. Proyek ini berlangsung hingga 2016.

Secara keseluruhan, kata Ganjar, program pengerjaan infrastruktur yang terlaksana pada 2013 lalu, telah direali-sasikan dengan anggaran senilai Rp8,3 miliar. Untuk tahun ini telah dianggarkan Rp5,6 miliar.

Pada tahun anggaran 2015 telah disediakan anggaran senilai Rp15 miliar. Terakhir, untuk finishing di 2016 sebesar Rp15 miliar.

Adapun, untuk pembangunan bendungan di Cikawung, Cilacap, dengan luasan areal distribusi mencapai 1.900 hektare, sejauh ini masih dalam tahap pembebasan tanah. Demikian juga untuk proyek pembangunan bendungan di Kabupaten Purbalingga.

Kemudian untuk pembangunan lima bendungan kecil akan dilakukan di Gondang, Pidekso, Logung, Bener, dan Kuningan (Jawa Barat).

“Untuk Kuningan itu punya Jawa Barat, cuma nanti pengambil manfaat terbesarnya Jawa Tengah, terutama Brebes. Ini kita kerja sama dengan Provinsi Jawa Barat. Jadi, ini memang agak kita percepat, kita dorong agar pertanian kita mendapatkan jaminan air,“ ujarnya yang juga politikus dari PDI Perjuangan itu.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Tengah, Prasetyo Budi Yuwono, menambahkan total wilayah jangkauan yang akan menerima manfaat dari pembangunan Progo Pristan di Jumo seluas 1.100 hektare, untuk Kabupaten Purbalingga seluas 6.700 hektare, dan di Cilacap seluas 1.900 hektare.

“Fungsinya untuk irigasi, air baku, pengendalian banjir, dan konservasi.
Untuk Progo Pristan sudah akan dimulai lelang lagi. Lelang dilakukan setiap tahun.“

Pengisian air Pada bagian lain, pembangunan proyek Bendungan Pandanduri di Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang sedianya harus rampung pada Juni mendatang sesuai kontrak, ternyata masih terganjal dengan persoalan pemindahan empat unit sekolah dasar (SD) yang hingga saat ini berada di dalam kawasan bendungan. Selain itu, juga masih terdapat sekitar 7 hektare lahan di luar telapak bendungan yang di atasnya berdiri ratusan rumah dan juga belum dilakukan pembebasan.

“Sebetulnya tidak menjadi kendala, hanya saja sedang dalam proses penyelesaian oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,“ kata Abdul Hafidz, Kepala Satker Embung dan Bendungan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I di Mataram, kemarin.

Pelaksanaan fisik proyek, kata dia, sekarang ini sudah lebih dari 90% mendekati rampung. Bahkan pada 6 Mei mendatang Dirjen Pengairan berencana mengawali pengisian air waduk. Setelah itu akan dilakukan peresmian Bendungan Pandanduri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan untuk selanjutnya secara terus-menerus menampung limpahan air sungai dan air hujan. (YR/N-1) Media Indonesia, 17/04/2014, hal 10