Kamis, 20 Februari 2014

Jawa Tengah : Sektor Pariwisata Merugi

DAMPAK abu vulkanis Kelud telah melumpuhkan sejumlah industri di Jawa Tengah.

Sektor pariwisata cukup terpukul dengan erupsi Gunung Kelud. Kawasan wisata Pikatan Water Park di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, merugi Rp20 juta setelah dua hari tutup akibat hujan abu vulkanis.Kepala Unit Pikatan Water Park Deni Firmansyah mengatakan selama dua hari tutup dan baru dibuka pada Minggu (16/2), tidak ada pemasukan uang.

“Tidak mungkin dibuka karena airnya keruh dan warnanya kehitam-hitaman,” ujar Deni, kemarin.

Pada kesempatan itu, Kasi Keuangan dan Pemasaran Pikatan Water Park Indriyanti menyebutkan kerugian mencapai Rp20 juta selama dua hari. “Dalam kondisi normal, pengunjung pada Jumat
berkisar 300 orang. Jumlah itu berlipat ganda sampai 10 ribu pengunjung pada Sabtu dan Minggu, dengan harga tiket masuk Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per orang,” terangnya.

Objek wisata Candi Prambanan dan Borobudur juga mengalami kerugian. Martana Eka Rahmadi, Humas PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, menjelaskan setiap akhir pekan jumlah pengunjung Candi Prambanan sekitar 3.0007.000 orang. Sementara itu, jumlah pengunjung di Candi Borobudur sekitar 10 ribu-15 ribu orang.

“Kerugian secara materi sekitar Rp90 juta hingga Rp210 juta untuk Prambanan, dengan rata-rata tiket masuk Rp30 ribu, sedangkan kerugian Candi Borobudur sekitar Rp300 juta hingga Rp450 juta,” terangnya.

Kerugian juga dialami pro
dusen susu sapi di Klaten. Sejak Kelud erupsi, pakan ternak sapi perah pun ikut tercemar abu vulkanis. Kasi Produksi Peternakan Dinas Pertanian Klaten Sinung Warsita menjelaskan kualitas pakan ternak terutama rumput menurun karena tersiram debu vulkanis. “Produksi susu pun ikut menurun sekitar 20%,” ujar Sinung saat ditemui di kantor BPBD Klaten.

Jumlah sapi perah di Klaten sekitar 6.200 ekor. Pada kondisi normal, setiap sapi bisa menghasilkan 8-10 liter per hari dalam dua kali pemerahan.

Di sisi lain, erupsi Kelud membawa berkah bagi usaha pencucian mobil di Kota Madiun, Jawa Timur. Sejak hujan abu mengguyur banyak wilayah, tidak sedikit pemilik mobil dan motor mencucikan kendaraan di usaha pencucian kendaraan. (TS/FU/ST/JS/N-3/ Media INdonesia, 18/02/2014)