Rabu, 27 Januari 2016

Delapan Rute Mendesak Dirombak

BARU satu rute yang direkomendasikan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) untuk direvitalisasi sejak peluncuran armada Kopaja yang terintegrasi dengan bus Trans-Jakata pada 22 Desember 2015. Integrasi itu meliputi ? sik, sumber daya manusia, maupun sistem pembayaran untuk rute Kopaja P20 jurusan Terminal Pasar Senen-Lebak Bulus.

Sebelumnya, kajian yang dilakukan ITDP dan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta merekomendasikan sembilan rute harus direvitalisasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ruterute yang dipilih ITDP itu dipertimbangkan karena memiliki estimasi jumlah penumpang yang sangat banyak. Pada awal kajian, ITDP hanya mengkaji ruterute angkutan bus sedang yang bersinggungan dengan koridor bus TransJakarta. Koridor 6 rute Ragunan-Dukuh Atas pun dipilih sebagai rute dasar kajian karena merupakan rute dengan penumpang terpadat.

Hasilnya, ada sembilan rute yang bersinggungan dengan koridor 6. Tidak hanya itu, ITDP menemukan fakta bahwa jumlah penumpang kesembilan rute itu ternyata hampir sama dengan jumlah penumpang di 12 koridor Trans-Jakarta.

“Bayangkan dari sembilan rute saja perkiraan kami ada 300 ribu penumpang per hari. Angka ini hampir menyamai jumlah penumpang di seluruh koridor Trans-Jakarta. Sebenarnya penumpang ini bisa ditarik oleh Trans-Jakarta.

Yang lebih disayangkan, mereka masih berjalan di luar jalur bus khusus.

Harus nya namanya busway, ya semua bus lewat situ sehingga dari tarif pun, kalau masyarakat mau pindah, tidak bayar lagi,” ungkap Direktur ITDP Indonesia, Yoga Adiwinarto, kemarin.

Itulah satu fakta miris, menurut Yoga, sebab itu membuktikan masyarakat masih mempercayai angkutan bus sedang daripada bus Trans-Jakarta. Fakta itu membuktikan pula PT Trans-Jakarta belum dapat memanfaatkan bus sedang sebagai pengumpan TransJakarta.

Saat ditemui secara terpisah, Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah berkilah akuisisi rute angkutan umum oleh Trans-Jakarta terkendala minimnya armada Trans-Jakarta. Karena itu, pihaknya saat ini menunggu kedatangan 600 unit bus aglomerasi dari Kementerian Perhubungan yang akan diberikan kepada PPD. Dijadwalkan, ke-600 bus akan tiba akhir bulan ini. Media Indonesia, 19 Januari 2016, Halaman 21