Sebanyak 144 warga Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah mengungsi karena tanah bergerak mengancam rumah mereka. Bahkan tanah di Pegunungan Putih sudah turun 20 meter.
Koordinator Pos Aju Badan Penanggulangan Bencana Banjarnegara di Wanayasa, Andry Sulistyo mengungkapkan sebanyak 144 warga atau 40 keluarga saat ini mengungsi di empat pos pengungsian di Desa Pandansari. “Sampai sekarang tanah masih bergerak. Warga harus diungsikan karena khawatir terjadi longsor,“ jelasnya, kemarin.
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Kamis, 18 Desember 2014
Rabu, 10 Desember 2014
Longsor dan Retak Kondisi Tanggul Kritis
SEJUMLAH titik tanggul utama Begawan Solo di Kecamatan Rengel dan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jatim, kembali mengalami kritis karena longsor hingga menimbulkan retakan. Retaknya bangunan tanggul utama Bengawan Solo lebih dari 100 meter membuat warga resah. Jika itu tidak segera diperbaiki, banjir besar mengancam ribuan jiwa dan permukiman warga.
Diduga kuat, keretakan tersebut dipicu perbaikan tanggul yang tidak sesuai dengan bestek. Untuk yang di kawasan Desa Bandungrejo dan Desa Kedungrejo, Kecamatan Plumpang, tanggul utama mengalami retak sepanjang 100 meter dan lebar 1 meter.
Diduga kuat, keretakan tersebut dipicu perbaikan tanggul yang tidak sesuai dengan bestek. Untuk yang di kawasan Desa Bandungrejo dan Desa Kedungrejo, Kecamatan Plumpang, tanggul utama mengalami retak sepanjang 100 meter dan lebar 1 meter.
Minggu, 16 November 2014
Sedimentasi Sungai Jati Bisa Picu Banjir Bandang
TANGGUL Sungai Jati di Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kritis dan mengalami pendangkalan sepanjang 1,5 km. Kondisi itu mengancam ribuan warga yang berada di sepanjang sungai saat memasuki musim penghujan.
Upaya normalisasi sungai selebar 7 meter itu hingga kini belum dilaksanakan. “Kami khawatir banjir bandang kembali menerjang desa kami seperti pada Januari lalu. Selain tanggul yang kritis, juga terjadi pendang kalan Sungai Jati yang membelah desa ini,“ kata Marwoto, 33, warga Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Kudus, kemarin.
Upaya normalisasi sungai selebar 7 meter itu hingga kini belum dilaksanakan. “Kami khawatir banjir bandang kembali menerjang desa kami seperti pada Januari lalu. Selain tanggul yang kritis, juga terjadi pendang kalan Sungai Jati yang membelah desa ini,“ kata Marwoto, 33, warga Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Kudus, kemarin.
Minggu, 02 November 2014
Petani Keluhkan Serbuan Gula Rafi nasi
PARA petani tebu di Jawa Tengah marah besar dengan mem banjirnya gula rafi nasi di pasar umum, yang memaksa gula lokal milik mereka tertahan di gudang-gudang pabrik gula. Akibatnya gula lokal mengalami penurunan harga hingga tinggal Rp7.700 per kg, atau masih jauh di bawah HPP yang dipatok Rp8.500 per kg.
“Ini sungguh keterlaluan. Rafi nasi mestinya hanya khusus untuk industri minuman dan makanan, dan bukan di pasar umum. Jadi, ini tidak bisa dibiarkan. Sebaiknya pe merintah baru di bawah duet kepemimpinan Jokowi-JK segera menghentikan impor gula rafi nasi. Jika tidak, petani tebu kita dipastikan tinggal menunggu lonceng kematian,” ungkap Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Tengah Sukadi Wibisono kepada Media Indonesia, kemarin.
“Ini sungguh keterlaluan. Rafi nasi mestinya hanya khusus untuk industri minuman dan makanan, dan bukan di pasar umum. Jadi, ini tidak bisa dibiarkan. Sebaiknya pe merintah baru di bawah duet kepemimpinan Jokowi-JK segera menghentikan impor gula rafi nasi. Jika tidak, petani tebu kita dipastikan tinggal menunggu lonceng kematian,” ungkap Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Tengah Sukadi Wibisono kepada Media Indonesia, kemarin.
Sabtu, 25 Oktober 2014
Siswa SMK Buka Bengkel Resmi di Sekolah
KEMAHIRAN para siswa SMK terus meningkat karena kepedulian kalangan swasta. Di Blora, Jawa Tengah, SMK Muhammadiyah 1 sudah mampu mengawaki bengkel untuk kendaraan bermotor merek Daihatsu.Kemarin, bengkel pertama Daihatsu di lingkungan sekolah itu diresmikan. “Ini bukti komitmen Daihatsu membantu peningkatan kualitas pendidikan, khususnya SMK di Tanah Air,“ ujar Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra.
Ia berharap bengkel binaan Daihatsu ini dapat mendukung upaya penyiapan siswa SMK menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya sehingga mereka mampu bersaing memasuki industri otomotif Indonesia. Setelah Blora, Amelia menambahkan, perusahaan akan membuka bengkel serupa di sejumlah SMK lain. Tentunya, bengkel yang dibuka diutamakan di daerah-daerah yang belum ada diler atau bengkel Daihatsu.
Ia berharap bengkel binaan Daihatsu ini dapat mendukung upaya penyiapan siswa SMK menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya sehingga mereka mampu bersaing memasuki industri otomotif Indonesia. Setelah Blora, Amelia menambahkan, perusahaan akan membuka bengkel serupa di sejumlah SMK lain. Tentunya, bengkel yang dibuka diutamakan di daerah-daerah yang belum ada diler atau bengkel Daihatsu.
Rabu, 03 September 2014
63 Mobil Dinas belum Dikembalikan
Mantan anggota DPRD tidak segera mengembalikan mobil dinas. SEBAGIAN besar anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014 belum mengem balikan mobil dinas. Padahal, batas waktu pengembalian sudah terlewati. Bahkan, wakil rakyat pengganti mereka sudah dilantik dan masuk gedung dewan sejak Senin (25/8).
Dari 94 mobil dinas ketua dan anggota, sampai kemarin baru 31 unit yang dikembalikan ke Bagian Rumah Tangga DPRD. Sebanyak 28 di antaranya mobil dinas anggota dewan jenis sedan Toyota Altis.Tiga lainnya ialah Toyota Camry yang dikembalikan ketua dan wakil ketua, yaitu Ferrial Sofyan, Boy Sadikin, dan Priya Ramadhani (almarhum).
Dari 94 mobil dinas ketua dan anggota, sampai kemarin baru 31 unit yang dikembalikan ke Bagian Rumah Tangga DPRD. Sebanyak 28 di antaranya mobil dinas anggota dewan jenis sedan Toyota Altis.Tiga lainnya ialah Toyota Camry yang dikembalikan ketua dan wakil ketua, yaitu Ferrial Sofyan, Boy Sadikin, dan Priya Ramadhani (almarhum).
Minggu, 20 April 2014
Jawa Tengah akan Bangun 3 Bendungan
Fungsi berbagai bendungan itu untuk irigasi, air baku, pengendalian banjir, dan konservasi.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah berencana memba ngun tiga bendungan besar dan lima bendungan kecil untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Tiga proyek bendungan besar akan dibangun di Cilacap, Purbalingga, dan bendungan Progo Pristan di Desa/Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung.
Pembangunan proyek bendungan tersebut, menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, diperkirakan bakal menelan dana ratusan juta rupiah. Karena itu, proyek tersebut akan menggunakan sharing dana dari APBD kabupaten, APBD provinsi, dan APBN.
“Duit arisan, untuk Progo Pristan totalnya nanti sekitar Rp48 miliar dan dibangun sampai 2016,“ kata Ganjar Pranowo di Temanggung, kemarin.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah berencana memba ngun tiga bendungan besar dan lima bendungan kecil untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Tiga proyek bendungan besar akan dibangun di Cilacap, Purbalingga, dan bendungan Progo Pristan di Desa/Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung.
Pembangunan proyek bendungan tersebut, menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, diperkirakan bakal menelan dana ratusan juta rupiah. Karena itu, proyek tersebut akan menggunakan sharing dana dari APBD kabupaten, APBD provinsi, dan APBN.
“Duit arisan, untuk Progo Pristan totalnya nanti sekitar Rp48 miliar dan dibangun sampai 2016,“ kata Ganjar Pranowo di Temanggung, kemarin.
Jumat, 21 Maret 2014
Menuju World Heritage
Revitalisasi merupakan upaya menggapai mimpi pecinta sejarah yang ingin kawasan Kota Tua menjadi kawasan wisata kelas dunia. Kalau yang mengerjakan hanya Pemprov, tidak akan selesai. Itu sebabnya dibuat konsorsium yang dapat menyinergikan seluruh kepentingan.
KEINDAHAN Kota Tua pernah mencapai masa jaya pada zaman kolonial dahulu. Kala itu, atmosfernya begitu magnetis dengan keindahan arsitektur bangunan nan kukuh serta nuansa yang asri.
Batavia lama atau Oud Batavia pun pernah dijuluki pedagang Eropa dan Asia sebagai ‘Mutiara dari Timur’ lantaran keindahannya yang menyerupai kota di Eropa.
KEINDAHAN Kota Tua pernah mencapai masa jaya pada zaman kolonial dahulu. Kala itu, atmosfernya begitu magnetis dengan keindahan arsitektur bangunan nan kukuh serta nuansa yang asri.
Batavia lama atau Oud Batavia pun pernah dijuluki pedagang Eropa dan Asia sebagai ‘Mutiara dari Timur’ lantaran keindahannya yang menyerupai kota di Eropa.
Rabu, 29 Januari 2014
Komplotan Pencuri Mobil DiBekuk
Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap empat anggota komplotan spesialis pencuri mobil Toyota Avanza. Mereka ialah Darsipah, Imron Rosadi, Wardana dan Edi Sadir Saputra.
Para tersangka yang dikenal sebagai kelompik Indramayu itu melancarkan kejahatan mereka tiga bulan terakhir. Mereka mengaku sudah 20 kali melakukan aksi serupa di wilayah Jabodetabek. "Pelaku ditangkap di Simpang Jomin, Cikampek, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu. Saat itu mereka hendak bertransaksi jual-beli mobil hasil curian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto.
Para tersangka yang dikenal sebagai kelompik Indramayu itu melancarkan kejahatan mereka tiga bulan terakhir. Mereka mengaku sudah 20 kali melakukan aksi serupa di wilayah Jabodetabek. "Pelaku ditangkap di Simpang Jomin, Cikampek, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu. Saat itu mereka hendak bertransaksi jual-beli mobil hasil curian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto.
Langganan:
Postingan (Atom)